Blighted Ovum (BO)

21 09 2009

dikutip dari: http://doktersehat.com/2008/07/28/84/

BLIGHTED OVUM (KEHAMILAN KOSONG)

Posted by dr. Valentine in Bunda & Anak, Kehamilan on 07 28th, 2008

Blighted ovum adalah keadaan dimana seorang wanita merasa hamil tetapi tidak ada bayi di dalam kandungan. Seorang wanita yang mengalaminya juga merasakan gejala-gejala kehamilan seperti terlambat menstruasi, mual dan muntah pada awal kehamilan (morning sickness), payudara mengeras, serta terjadi pembesaran perut, bahkan saat dilakukan tes kehamilan baik test pack maupun laboratorium hasilnya pun positif.

Pada saat konsepsi, sel telur (ovum) yang matang bertemu sperma. Namun akibat berbagai faktor maka sel telur yang telah dibuahi sperma tidak dapat berkembang sempurna, dan hanya terbentuk plasenta yang berisi cairan. Meskipun demikian plasenta tersebut tetap tertanam di dalam rahim. Plasenta menghasilkan hormon HCG (human chorionic gonadotropin) dimana hormon ini akan memberikan sinyal pada indung telur (ovarium) dan otak sebagai pemberitahuan bahwa sudah terdapat hasil konsepsi di dalam rahim. Hormon HCG yang menyebabkan munculnya gejala-gejala kehamilan seperti mual, muntah, ngidam dan menyebabkan tes kehamilan menjadi positif. Karena tes kehamilan baik test pack maupun laboratorium pada umumnya mengukur kadar hormon HCG (human chorionic gonadotropin) yang sering disebut juga sebagai hormon kehamilan.

Hingga saat ini belum ada cara untuk mendeteksi dini kehamilan blighted ovum. Seorang wanita baru dapat diindikasikan mengalami blighted ovum bila telah melakukan pemeriksaan USG transvaginal. Namun tindakan tersebut baru bisa dilakukan saat kehamilan memasuki usia 6-7 minggu. Sebab saat itu diameter kantung kehamilan sudah lebih besar dari 16 milimeter sehingga bisa terlihat lebih jelas. Dari situ juga akan tampak, adanya kantung kehamilan yang kosong dan tidak berisi janin.

Karena gejalanya yang tidak spesifik, maka biasanya blighted ovum baru ditemukan setelah akan tejadi keguguran spontan dimana muncul keluhan perdarahan. Selain blighted ovum, perut yang membesar seperti hamil, dapat disebabkan hamil anggur (mola hidatidosa), tumor rahim atau penyakit usus.

Sekitar 60% blighted ovum disebabkan kelainan kromosom dalam proses pembuahan sel telur dan sperma. Infeksi TORCH, rubella dan streptokokus, penyakit kencing manis (diabetes mellitus) yang tidak terkontrol, rendahnya kadar beta HCG serta faktor imunologis seperti adanya antibodi terhadap janin juga dapat menyebabkan blighted ovum. Risiko juga meningkat bila usia suami atau istri semakin tua karena kualitas sperma atau ovum menjadi turun.

Jika telah didiagnosis blighted ovum, maka tindakan selanjutnya adalah mengeluarkan hasil konsepsi dari rahim (kuretase). Hasil kuretase akan dianalisa untuk memastikan apa penyebab blighted ovum lalu mengatasi penyebabnya. Jika karena infeksi maka dapat diobati sehingga kejadian ini tidak berulang. Jika penyebabnya antibodi maka dapat dilakukan program imunoterapi sehingga kelak dapat hamil sungguhan.

Untuk mencegah terjadinya blighted ovum, maka dapat dilakukan beberapa tindakan pencegahan seperti pemeriksaan TORCH, imunisasi rubella pada wanita yang hendak hamil, bila menderita penyakit disembuhkan dulu, dikontrol gula darahnya, melakukan pemeriksaan kromosom terutama bila usia di atas 35 tahun, menghentikan kebiasaan merokok agar kualitas sperma/ovum baik, memeriksakan kehamilan yang rutin dan membiasakan pola hidup sehat.

———————————-end——————————–

=====dCmind added=====

Sample picture of blighted ovum.

Empty sac without fetus

Empty sac without fetus

Kasus ini sering terjadi biasanya di kehamilan pertama. Sometimes semua hasil lab tidak ada yang mengindikasikan menyebabkan hal ini, bisa jadi memang karena kelainan kromosom saat
pembelahan embrio.
Kalau kata dokterku bisa jadi karena polusi udara, kualitas air yang tidak bagus dan pola makan yang tidak sehat, memang jaman sekarang memang kurang sehat, apalagi di Jakarta – polusi dimana-mana.
Dari pengalamanku, baiknya menunggu sampai usia kehamilan 9-10 minggu dan meminta opini dari multi dokter, untuk benar2 yakin bahwa ini memang blighted ovum. Perkembangan janin di setiap ibu memang beda2, ada yang 7 minggu memang baru kelihatan kantung, setelah 8-9 minggu baru terlihat heartbeat. Ada yang 7 minggu sudah terlihat heartbeat.
Setelah yakin kehamilan kita memang blighted ovum, baliknya tergantung anda, apakah anda memilih cara alami menunggu sampai hasil konsepsi keluar sendiri (dimulai dengan pendarahan), dengan obat peluruh yg direkomendasikan dokter  atau langsung memilih vacuum kuretase. Tiga cara tsb baiknya dikonsultasikan ke SPOG anda.
Untuk mencegah hal ini terulang kembali ada baiknya kita memulai menerapkan gaya hidup sehat. Dokterku menganjurkan agar rajin minum susu, makan yang sehat, minum asam folat(untuk wanita) dan pakai masker di lingkungan berpolusi.
Tapi balik-baliknya semua tergantung dari yang diatas, bila memang sudah waktunya diberi, pasti kita akan dapat lagi yang terbaik. Saat hamil banyaklah berdoa, jaga emosi, jangan stress dan kecapaian, sering2 ajak baby ngomong dan jangan pernah berpikir yang negatif2 mengenai kehamilan.
Tetap semangat dan jangan putus asa untuk punya momongan.
-end-
Advertisements

Actions

Information

One response

12 12 2009
Hekreleattdaw

Lots of guys talk about this issue but you said really true words!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: